Ini aku. Kenalkah kau dengan aku?








Tuhan dengar aku. Tuhan lihat aku. Tuhan bicara dengan aku. Aku hanya intermezzo mu. Aku hanya bayanganmu. Aku akan hilang ditelan waktu. Aku akan kalah dengan serdadumu. Beribu serdadu berwujud hantu. Berlalu seakan semu.

Semua bilang akan indah pada waktunya. Kau tertawa seakan bahagia. Tawa itu bukanlah tanda. Begitu pun dengan air mata. Suara lirih seolah nada. Indah bagaikan doa, kata sang pelaku dosa. Lidah kaku berbicara dengan-Nya.

Palsumu hanyalah semuku. Tawa tak hadir di dalamnya. Air mata yang selalu ada. Berwujud hampa dalam dadanya. Bukan basah yang kau usap. Kering kerontang ingin kau dekap. 

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan dan Penyesalan