Pagi ini kembali duduk di hadapan layar, sedikit demi sedikit jari kembali menari, menyusuri satu persatu huruf untuk membentuk makna baru. Pagi ini berani memulai kembali hal yang selalu dipertanyakan: apa, bagaimana, untuk apa? Pagi ini, di pagi yang asing dan jauh dari kata nyaman, mencoba memaksakan diri untuk bisa menerima bahwa akan selalu ada hal-hal yang harus kita hadapi meskipun bukan hal yang kita mau, tapi ternyata hal yang kita butuh. Kapan kita sadar bahwa memang hal-hal tersebut harus ada di dalam hidup kita, bagaimanapun bentuknya? Dari sekian banyak kemungkinan, pelajaran-pelajaran itu akan selalu ada, apapun balutannya. Dari sekian banyak multiverse yang mungkin kita jalani, bukankah remedial-remedial itu akan selalu ada kalau kita belum benar-benar lulus ujiannya? Mungkin, mungkin, mungkiiiiinnnnn, memang kita diputar di situ saja karena harus mencari titik awal. Di mana kamu memulainya? Di mana kamu mulai keluar dari jalurnya? Mungkin, mungkin, tarik mundur untuk k...
Di akhir 2023, saya kembali lagi bertemu dengan kata-kata yang selama ini bersembunyi di dalam kepala. Setelah 26 tahun hidup, saya baru benar-benar paham bahwa tulisan tidak pernah mati, ia yang membawa hidup menjadi abadi. Ada yang bilang, hidup hanya pengulangan. Ada yang bilang, hidup itu penuh perjuangan. Tapi yang sering kita lupa, untaian kejadian hanyalah hasil dari kita memaknai pilihan. Bagaimana kita mengulang apa yang kita lihat. Hal yang kita hindari, malah hal yang kita pilih untuk jalani. Mungkin karena rasanya begitu familiar, begitu nyaman, dan menjadi begitu mudah untuk dijajaki kembali. Kadang, mengulang kembali menjadi pilihan dibanding harus terung berjuang. Pengecut memang. Dengan besarnya harapan dan bayaran, tetap memilih untuk tetap dalam kenyamanan. Bagaimana kita memaknai penyesalan, jika akhir yang diharapkan sudah kita bayangkan untuk terlupakan? Jakarta, 27 November 2023
Gunung Putri, 24 Juni 2017. Membahas masalah kebiasaan, banyak hal-hal biasa yang biasa dilakukan sehari-hari. Hal-hal biasa tersebut yang akhirnya jadi kebiasaan, ngga enak kalo ngga dilakuin, ada yang ngeganjel kalo ngga dilakuin. Ya mandi, sarapan, sholat, dengerin lagu, kebiasaan itu bisa berbeda pada tiap orang. Dalam bentuk yang lebih makro, mungkin kebiasaan itu ya ada di daerah atau lingkungan tertentu. Mungkin temen-temen yang pernah pindah rumah tau rasanya. Yang tadinya pulang ke daerah A, sekarang kalo mau pulang ke daerah B. Kalo dulu yang disapa Pak Satpam F, sekarang yang disapa Pak Satpam G. Atau temen-temen yang dulu sehari-hari make mobil C, sekarang make mobil S. Dulu kalo mau buka jendela harus manual diputer-puter, sekarang udah ada tombol otomatisnya. Pernah denger ngga seorang temen yang linglung di mobil barunya terus ngomong, “eh iya, sorry , kebiasaan pake mobil yang lama.” Kebiasaan tuh ya kayak gitu temen-temen. Dan kebiasaan itu ngga a...
Comments
Post a Comment