Posts

Living your life in this wild crazy world.

Image
Giving yourself a distance, it's a beautiful way to keep you sane.

1 of 365

Oh, hi? Awkward? I know right. This is my first page of 365 pages in 2014. Agak tai memang 2013 kemaren. Bukan karena siapa-siapa tapi karena kebodohan diri gue sendiri. Dan sekarang gue sedang mencoba untuk berhenti menyalahkan diri sendiri, sudah saatnya untuk berpikir, berharap, dan bermimpi positif. Stop untuk "I want it" and began for "I will do it".  Terima kasih untuk semuanya di 2013 kemarin. Terima kasih Tuhan, terima kasih guys. 2013 was amazing year. Dimana ekspektasi gue bener-bener berjalan dengan baik, tapi ternyata hasilnya yang tidak baik :)). Keren, gue cukup puas. Tapi tidak akan menghentikan langkah gue pastinya. Life's keep moving on. Sekarang saatnya untuk put your chin up. Put your head up, sweap your tears out, babe. Gila memang ketika akhirnya gue tersadar telah kehilangan banyak hal. Gue telah melewatkan banyak kesempatan-kesempatan cantik dalam hidup ini. Rasanya legaaaaaaa banget ketika sudah menemukan apa yang salah ...

Terima kasih ku, untuk Mu.

Mungkin ini ucapan terima kasih ku untuk Tuhan. Sedikit dari banyaknya berkah yang Ia berikan. Aku tau ini tak akan sebanding dengan beribu-ribu bahkan milyaran anugerah dari-Nya. Tapi setidaknya hanya kata-kata ciptaan manusia inilah yang sanggup aku sampaikan. Ia telah menciptakan ku. Ia juga yang merancang hidup ku. Semua sudah diatur-Nya. Tak kurang sedikit pun aku rasa. Dia tau yang terbaik untuk ku. Iya, kan? Berkat Ia aku dipertemukan dengan mereka. Terima kasih Tuhan, terima kasih. Mereka yang membawa ku pada sakit, sehingga aku bangkit. Mereka yang mengenalkan ku dengan sedih, sehingga aku bahagia. Mereka yang membuat ku ragu, sehingga aku percaya. Banyak pelajaran dari Mu yang Kau sampaikan lewat mereka. Terima kasih Engkau telah merancang hidup ini dengan begitu indah. Terima kasih Engkau telah menyampaikan semuanya tepat pada waktunya. Aku tau ini hanya kalimat-kalimat cengeng murahan dan sudah milyaran kali Kau dengar dari hamba-hamba Mu. Tapi...

Padamnya api itu..

Gelap, sepi, dan sendiri. Persis beberapa tahun yang lalu. Seperti ini terjaga di kala gelap. Ia lelah, namun tak ingin berbaring. Mimpinya sedang tertidur lelap, mungkin? Ia hanya tertuju pada satu, yaitu masa lalu. Kesendiriannya menghentak dari hiruk pikuk kehidupan yang mematikan. Ya, mematikan dirinya. Ia mati. Ia kelabu. Ia kini....... bukan dirinya yang dulu. Tubuhnya yang kian lama menua, masih bisa dibilang muda daripada jiwanya. Ia sudah lama layu daripada seharusnya. Bara apinya telah padam. Entah apa yang mematikannya. Sangat disayangkan api itu seharusnya masih menyala seperti beberapa waktu lalu. Aku yakin awalnya ia hanya berniat untuk menyembunyikan api itu. Namun ia terlalu sibuk untuk membelakanginya dan berpura-pura, hingga akhirnya ia tak sadar kalau apinya telah padam tertiup angin. Pandangan dari mata kecilnya terus tertuju pada titik api -yang sebenarnya sudah padam- yang di ingatannya masih membara. Tangis. Ia menangis. Ia tak tahu harus menyalakan api...

I'm asking you to ask me, please?

Image
ask.fm/syafirazharia andddddd the old one formspring.me/heysyaf

cerita senin pagi

Image
Gue lagi di rumah. Entah ini bisa dibilang bolos sekolah atau nggak. Gue bingung. Gue lagi sendiri. Nggak capek. Tapi lelah. Sama ya? Menurut gue sih beda. Perbedaan capek dan lelah tuh kalo capek masih bisa ngelakuin suatu hal, tapi kalo lelah bener-bener giving up. Yaa walaupun menurut orang kedua kata itu memiliki arti yang sama, bagi gue tetep aja beda.  Anyway, I'm thinking about my feeling right now. Please tell me why there's only few person can get me. I'm tellin' ya my story but no one get it. I'm tellin' ya what I feel but no one can understand.   Don't you need someone who doesn't giving up on you? Someone who doesn't get tired listening to your stories over and over again? Someone who doesn't get afraid of to speak their mind up just to make you a better person? Giving you their advice, just bcs their caring, and honesty.   Mungkin egois dan kekanak-kanakan kalo gue curhat di sini. Apalagi nggak pake filter...

indescribable

I made mistake a lot. Promise me that you'll always by my side, don't leave me. I'm broken. Nope, ain't the most terrible problem in the world. But it seems so hard for me. I'm praying to God, trying to be grateful. Always. Once, that's my fault. Twice, that's my bad. Three times, me such a buzztard. Next, that's your right to judge, but it won't decide. When I go to the right, there's nothing left. When I go to the left, there's nothing right. Where shall we go? Thank you for the acceptance.  Thank you for the understanding. I'm sharing my love for you, and I'm hoping the same way in return.